Pernyataan jujur tentang Bagaimana Rasanya menjadi model

Saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai model, apalagi baru-baru ini saya telah berhasil menembus catwalk untuk hairshow CosmoBeaute. Saya akan menceritakan dengan sejujur-jujurnya. dan selengkap-lengkapnya.

Saya awalnya berusaha membangun portfolio saya , dengan melakukan Trade for Photo, yang artinya saya tidak dibayar untuk melakukan pemotretan itu. tujuannya adalah untuk sama-sama melatih diri, meningkatkan jam terbang, mengasah skill, dan untuk mendapatkan foto sample yang bagus, untuk ditunjukkan kepada calon klient. Tanpa contoh foto yang bagus, saya rasa nyaris tidak mungkin kita bisa dipilih klient, karena kita perlu foto yang menampilkan sisi terbaik kita, karena disitulah daya jual model.Setelah berjam-jam, melakukan beragam TFP (trade for photo) dengan usaha yang maksimal, demi mendapatkan hasil foto terbaik.

Saya mencoba beberapa casting untuk mendapatkan peran di iklan. rasanya seperti apa?? seperti ngantri seharian untuk ke dokter gigi. ya benar seharian, bagi seseorang yang ingin menjadi talent iklan, dan tidak memiliki agensi atau channel. anda harus mengantri , teman saya mengantri sampai 3 lokasi setiap hari. Berdandan, menyiapkan kostum yang sesuai untuk peran di iklan tersebut, casting pertama pukul 10 pagi, mengantri sampai pukul 1 siang untuk take casting yang hanya sekitar 15-20 menit saja. kemudian berpindah ke tempat casting berikutnya. Sampai lokasi jam 2 an, mengantri sampai jam 4 atau 5, pindah ke lokasi berikutnya dan sebagainya. Hanya untuk tampil di iklan, dengan kemungkinan wajah tidak kelihatan, atau tampil sepersekian detik saja!

Jujur Casting itu super melelahkan dan menghancurkan mental saya, duduk diam menunggu memandangi makhluk-makhluk super indah , dan manusiawinya anda jadi membandingkan fisik anda dengan fisik semua orang yang melamar casting. dan seperti apakah orang-orang ditempat casting? mereka SUPER JUJUR, tanpa filter dan saringan.

Biasanya di info casting, ada keterangan tempat, waktu, wadrobe , karakter yang dibutuhkan (ibu-ibu usia berapa sampai berapa, atau gadis kuliahan, wanita karier, dan sebagainya) dan mereka juga memasukan GRADE kualitas wajah , untuk wajah A – A+ biasanya adalah yang wajahnya super cantik, atau bule. grade B adalah untuk wajah orang biasa. C adalah untuk yang wajahnya berkarakter, misal berambut kribo, nenek-nenek, om-om gendut, orang yang super kurus, dsb, intinya adalah orang dengan fitur fisik yang unik. karena tidak semua di iklan membutuhkan wajah yang cantik luar biasa. kebutuhan akan karakter yang unik kadang kala muncul. Bayangkan bagaimana anda harus menilai diri anda sendiri, dengan Grade atau tingkat kualitas… ? apakah saya cukup cantik? jika anda tidak cukup yakin dan aji mumpung dengan segala kesempatan, dan memutuskan untuk mencoba saja, ketika ada lowongan dengan Grade A+ dan wajah anda dianggap biasa saja. akan selalu ada Crew di lokasi casting, yang dengan sigap mengusir anda “mas, mas lihat sendirikan disini saingannya kayak apa, mas ga bakalan masuk, mendingan mas pulang aja.” Di depan wajah saya, di depan banyak orang yang mengantri, 2 orang pria yang dianggap berwajah pas-pas an, yang sudah berusaha tampil keren itu diusir pulang, tanpa ada rasa bersalah.

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Crew itu, karena mereka seharian, dari pagi hari, sampai malam mengcasting orang. kadang mereka merekam casting anda sambil makan siang, sangking terbatasnya waktu, dan banyaknya orang yang mengantri. membuang waktu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan di dunia entertainment. kadang mereka bahkan kesulitan mencari waktu untuk ke WC, apalagi berisitirahat.

Akhirnya saya menyerah dengan casting Iklan, dan juga Layar lebar. Saya merasa menghabiskan waktu berharga dalam hidup dengan mengantri terus berhari, sambil menanti kabar yang tidak pasti.

Selanjutnya saya pernah mencoba casting untuk Fashionshow besar, yaitu JFW, biasanya requirment untuk tinggi badan fashionshow besar adalah 174cm. tinggi saya 170cm …. sedikit lagi, tapi tidak sampai… Namun ada lowongan dari Abinery Ang, yang memberikan kesempatan kepada model yang tingginya tidak mencapai standart, namun memiliki passion yang besar untuk menjadi model.

Dengan hati berbunga-bunga, saya casting, saya memenuhi kriteria, dan size, hanya pada 1 bagian saya tidak lolos, yaitu pinggul saya terlaly besar, pinggul saya 96cm, sedang ukuran maximum yang diterima adalah 92cm. itu sudah menjadi standart nasional… dan bagaimanapun saya diet, saya tidak mungkin bisa membuat pinggul saya mengecil, karena pinggul saya dipengaruhi oleh struktur tulang, dan bukan lemak. setelah diet ketat, pinggul saya tidak mengecil. dan saya tereliminasi dari JFW.

Setelah sekian lama, saya tiba-tiba ditawarkan pekerjaan untuk menjadi model katalogue untuk 2 brand ternama, yaitu hammer dan juga coconut island 75. Saya telah bekerja untuk mereka selama lebih dari setahun, menuju tahun ke 2. pekerjaanya tidak terlalu berat, dan berkala. Cukup menyenangkan, karena klient saya benar-benar baik hati dan supportive.

Puncaknya tahun ini, saya akhirnya meluangkan waktu untuk casting hair model, pengalaman baru untuk saya. Saya Casting untuk hairshow Rudy Hadisuwarno Hair show di cosmobeaute 2015 di jcc, plenary hall.

Disela-sela antara waktu mengajar , saya menuju lokasi casting di Apartement Sudirman, yang untungnya hanya 30 menit dari lokasi saya mengajar, yaitu Binus Syahdan.

Casting nya super singkat, hanya perlu test jalan dengan musik, kemudian foto tampak depan dan samping, kemudian hair check. rambut saya super hitam, belum pernah diwarnai, dan super super super lebat.

Akhirnya saya mendapatkan info bahwa saya terpilih sebagai salah satu model, berikutnya dilanjutkan dengan fitting baju, dan keputusan siapa yang akan menjadi model untuk siswa yang mana. dengan undian, saya mendapatkan Siswa yang akan menjadi hairstylish saya. Satu-satunya hair stylish pria di angkatan itu.

Saya kemudian fitting dengan mengunakan gaun dari Olanye , dari eko Tjandra. Gaun itu seberat 14 kg !! bagian gaunnya seberat 7kg, dan bagian bahu, dengan kerah tangan yang super berat, mencapai 7kg. Gaun dengan model fit and flare, dengan embroidery. saya mencoba berjalan, dengan hak stileto 10cm, dan kain tile dari ekor gaun terus menerus menyangkut di hak saya. Setelah berdiskusi saya disarankan untuk memakai hak yang lebih tinggi, atau menggunakan sepatu jenis wedge, agar kain tile di dalam gaun tidak menyangkut di hak. akhirnya saya memutuskan untuk memakai sepatu Lita Shoe jeffy campbell, yang memiliki hak kayu yang tebal, dengan tinggi 16cm.

Setelah hari fitting, kami harus datang di hari ujian. Dimana saya rambut saya di Bleaching selama berjam-jam (karena rambut saya virgin, alias belum pernah diwarnai sebelumnya). rambut saya di Bleaching dan juga diwarnai dengan menggunakan product Shishedo. Karena rambut saya hitam, proses bleaching dan juga pewarnaan memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan yang lain. Seluruh proses dimulai pada pukul 8 pagi, sampai dengan sore hari. setelah bleaching, baru pengecatan dengan teknik ombre, kemudian dan kemudian langsung dilanjutkan dengan hair styling, makeup, kemudian memakai gaun, dan sesi pemotretan.

Pada hari Catwalk, kami harus standby dari jam 6 pagi, sampai dengan acara selesai sekitar jam 7 malam. kami mengadakan Gladi Resik, dari jam 6 sampai pukul 9 pagi, bagaimana blocking dan koreo untuk seluruh prosesi acara. Kemudian makan siang sambil langsung mempersiapkan rambut , dan juga makeup, sampai mendekati pukul 3 sore. non stop persiapan dari pukul 9-3 sore! setelah itu para model mulai berganti kostum, dan finishing akhir, para siswa mulai berbenah dan mempersiapkan diri untuk tampil juga.

Kemudian kami mulai jalan ke backstage, menunggu hingga saatnya untuk kami catwalk. Saya sama sekali belum mencoba berjalan dipanggung catwalk, dengan menggunakan Gaun saya, dan itu membuat saya menjadi sangat tegang. Saya khawatir akan terjatuh, atau berjalan terlalu pelan. Terlebih lagi saya mendengar kisah dari bahwa tahun lalu ada model yang terjatuh di Runway graduation ini… menambah ketegangan saya… terlebih lagi gaun saya yang paling berat, dan rumit dibandingkan yang lain. menjadikan tantangan untuk saya bisa berjalan dengan baik. Saya juga menutup sesi runway seri Up styling. sehingga saya harus mendapatkan blocking extra dan memberikan posse ekstra di akhir.

Tentu saya sangat bersyukur, dengan kesempatan itu, saya mendapatkan gaun terbaik, partner hairstylish yang sangat amat baik kepada saya, dan juga kesempatan untuk menutup sesi runway Up styling. semua menjadi kebetulan yang luar biasa untuk saya! dan partner saya mendapatkan penghargaan the best hair coloring !

Begitulah kira-kira sebagian kecil cerita dari pengalaman saya di dunia modeling. Saya pernah juga menggigil kedinginan untuk pemotretan di bathtub di ruangan ber AC. dsb dsb… modeling tidak semudah yang orang bayangkan… kadang ada tantangan tersendiri, ada persiapan dan proses panjang sebelum menghasilkan hasil yang dilihat dan dinikmati public. Seandainya anda tidak memiliki passion dalam pekerjaan ini, rasanya sulit untuk bisa berhasil. Karena jujur saya pekerjaan ini sangatlah kompetitif, banyak sekali wanita cantik, tinggi dengan bentuk tubuh yang luar biasa. Seandainya anda tidak memiliki disiplin, dan perilaku yang baik, anda mungkin tidak akan diberikan pekerjaan modeling oleh client anda lagi.

Event Report , Estee Lauder Makeup Competition, Beautiful Eye Equation

Saya berkesempatan untuk mengikuti acara yang di adakan oleh Estee Lauder, yang berlangsung bulan lalu 18 September 2015, di Metro Departement Store Plaza Senayan, jam 2PM sampai selesai.

Acaranya dihadiri oleh 15 beauty blogger yang keren-keren.

IMG-20151020-WA0004 IMG-20151020-WA0005

Diawali dengan sesi lomba makeup, dari 8 orang blogger, makeup yang diminta adalah smokey eyes classic, dengan menggunakan beauty product dari Estee lauder, salah satu product yang membuat saya jatuh cinta, adalah Foundation Estee lauder Double wear, saya benar-benar terkagum-kagum dengan hasil dari mengaplikasikan Foundation ini, dari sekian banyak foundation yang pernah saya coba, baik itu drug store makeup, sampai dengan foundation high end, seperti makeup forever. Foundation dari Estee lauder ini sangat luar biasa. Saya akan melakukan review lengkapnya di post selanjutnya .

IMG20150918150951

Setelah Lomba makeup sesi 1 yang berdurasi 40 menit, kemudian acara dilanjutkan dengan demo makeup oleh mas Indra dari Tim estee lauder Indonesia. Dia mengajarkan Classic Smokey eyes, dengan 1 warna saja. dan bagaimana menggunakan foundation sebagai penganti concealer.

20150918_14425620150918_144349 (1)

kebetulan double wear foundation dari Estee lauder sangat sempurna digunakan sebagai penganti concealer. Caranya adalah dengan menabahkan foundation di beberapa area wajah yang bermasalah, dan memiliki noda hitam. dan baurkan hingga merata. formula Foundation double wear sangat mudah sekali di ratakan, dan hasilnya terlihat natural, tidak terlihat lebih tebal , dan rasanya tetap ringan di wajah.

20150918_145119

Acara dilanjutkan juga dengan demo styling dari Et Cetera , bagaimana untuk mix and match pakaian dengan smokey eyes untuk daily look.

kemudian dilanjutkan lagi dengan lomba makeup sesi ke 2, dengan 7 peserta sisanya. dan dilanjutkan dengan demo makeup smokey eyes, edgy look, untuk pesta, di aplikasikan ke wajah asia.

20150918_16043820150918_160901

dilanjutkan dengan mix and match untuk night look, dari perwakilan Metro.

20150918_161320

Dan diakhiri dengan pengumuman pemenang, yaitu Ada Putri untuk second winner dan Ola sebegai juara pertamanya.

20150918_161929 (1)

buat kalian yang penasaran makeup look aku, ini dia fotonya.

mmearlene estee lauderIMG-20151020-WA0003

End of word, it was really a fun event, dan akhirnya aku bisa menemukan Foundation yang benar-benar luar biasa, coverage yang hebat, blending yang mudah, dan terlihat sangat natural dikulit wajah, sesuai dengan reputasi yang aku dengar, sangat memuaskan. Dan aku juga berkesempatan bertemu dengan para blogger cantik diacara tersebut, jangan lupa untuk check blog post mereka, tentang event ini juga.

http://sakuralisha.blogspot.co.id/2015/10/estee-lauder-makeup-competition.html
liputan dari Cindy:
http://alcaalcabelle.blogspot.co.id/2015/10/estee-lauder-2-days-event-day-2.html
liputan dari kania:
http://www.beautydiarykania.com/2015/10/event-report-estee-lauder.html

Beauty is Super Power

MM Earlene

,

Diari eksima eczema dermatitis, kulit kering, bersisik, dan penuh luka-luka

Saya ingin menceritakan pengalaman hidup saya, sebagai penderita eksima. Dari awal kenangan saya di masa sekolah, dimana penyakit itu bermulai, sampai dengan saat ini.

Ketika saya SD, kulit saya masih cukup sehat, hanya saja, saya sering kali mencuci tangan, dengan sabun pencuci piring, dan kulit saya tangan saya menjadi semakin kering. sering timbul gelembung kulit mati, di jari-jari tangan saya, yang kemudian area keringnya membesar, dan membuat kulit tangan saya seakan berganti kulit.

waktu itu saya mengira tangan saya menjadi kering, karena saya sering menangkap kupu-kupu dengan tangan kosong. waktu kecil saya hobi sekali menangkap kupu-kupu. Namun tidak ada yang tahu pasti, bisa jadi, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun pencuci piring yang mengandung zat diterjen, adalah salah satu pemicu nya.

ketika saya memasuki masa SMP, kulit tangan saya semakin hancur, kulit di seluruh telapak tangan saya mengering, dan mengelupas, sampai dengan beberapa jari tangan saya, sangat kering dan mengelupas, dipersendian jari, kulit saya seperti sobek, panjang sobekannya beragam, mulai dari 1-2cm, sampai ada yang 3-4cm. Karena kulit saya seperti pecah, dan sobek-sobek karena sangat kering dan iritasi. Saya sampai tidak mampu meluruskan jari-jari tangan saya tanpa merasakan rasa sakit dari kulit yang robek.

hingga saya selalu terlihat mengepalkan tangan saya selama saya di sekolah, masa-masa itu terasa sangat menyedihkan.  Dengan tangan kering , mengelupas dan penuh luka, dari ujung jari-jari sampai dengan kepalan tangan, melakukan hal-hal sederhana, seperti menggengam barang menjadi hal yang menyulitkan, mengikat tali sepatu, dengan tangan dan jari yang kaku karena kulit kering dan penuh luka, terasa menyulitkan, sehingga saya kadang membiarkan tali sepatu, ketika talinya lepas. Kegiatan olahraga, seperti bermain basket, dan voli, kemudian mendrible bola basket terasa sangat menyakitkan, karena membuat kulit kering saya terbentur bola, dan memaksakan jari untuk membuka. Bermain voli, dan memukul bola dengan telapak tangan juga terasa menyakitkan, saat saya servis atau memukul bola voli yang keras, saya bisa merasakan luka-luka dijari saya membuka dan membesar.

Belum lagi kotoran , tanah dan debu di bola tersebut, menempel di kulit kering tangan, dan jari, serta menyelip diantara luka-luka dijari. Kulit tangan yang kering dan penuh luka, juga menyusahkan saya dalam mencuci tangan. Saya harus mengunjungi dokter kulit secara berkala, dan memakai beraneka obat untuk dioleskan. Dan penjelasan dokter bahwa penyakit saya tidak akan pernah benar-benar sembuh, dan sewaktu-waktu akan kambuh , membuat saya merasa sangat sedih, rasanya seperti menjadi orang cacat. Kulit yang merupakan salah satu indra penting, yaitu indra peraba saya mengalami disfungsional. Jangankan meraba dan merasakan tekstur benda-benda, membuka kepalan tangan saya dan meluruskan jari saja sudah sangat menyakitkan. Tangan saya seperti berasal dari film horror. Dokter tidak menyarankan saya untuk terlalu sering mencuci tangan, dan jangan sampai tangan saya terlalu lama lembab. Jangan sampai terkena zat diterjen, sabun cuci tangan umumnya masih memiliki zat diterjen , sabun mandi hanya boleh menggunakan yang berbentuk batangan, dan dari merek tertentu yang lembut untuk kulit.

Mencuci tangan , rasanya terkadang cukup menyakitkan, karena saya harus mencuci luka-luka ditangan saya. Jika saya tidak mencuci tangan rasanya tidak higienis. Mandi dan mencuci rambut, menjadi perjuangan untuk saya, karena ada bagian dari sabun batangan yang saya pegang , terselip diantara kulit tangan saya yang berisisik , dan juga terselip diantara luka-luka dijari saya.

Mencuci rambut, juga menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan, karena saya harus mengosokan jari-jari dan kepalan tangan penuh luka saya, ke rambut, secara berulang-ulang.

Hal ini tidak berhenti sampai situ, karena eksima itu sempat menyebar, ke lipatan tangan kanan saya, rasanya panas dan gatal, kemudian kulit saya pecah, dan mulai berdarah. Saya kesulitan meluruskan tangan kanan saya. Dan puncaknya, eksima menyerang kedua lipatan kaki saya.

Berdiri dengan kedua kaki lurus, menjadi hal yang menyakitkan, lipatan di lutut saya penuh dengan luka kering dan koreng, rasanya sangat gatal dan menyiksa, dan karena luka itu dilipatan kulit, melurus kaki membuat lukanya terbuka, lukanya bisa mencapai sekitar 5cm. Saya sangat menyukai kegiatan olah raga, dan memiliki alergi fisik seperti ini , membuat kegiatan saya sangat terbatas. Saya sangat malu ketika harus memakai celana pendek, ketika pelajaran olah raga. Saya malu dilihat dengan kaki penuh luka, tidak seperti tangan yang bisa saya kepalkan , luka dilutut saya tidak dapat ditutupi. Untungnya rok sekolah saya lebih dari lutut.

Satu hal yang saya ingat, mama saya rajin mengantarkan saya ke dokter kulit, dan walau mahal, mama papa saya tidak pernah mengeluh mengenai biayanya. Mama saya juga tidak pernah menyindir, ataupun mengatakan sesuatu mengenai alergi saya itu. Itu adalah sesuatu yang saya syukuri, karena diusia seperti itu, dengan kondisi seperti itu, rasa percaya diri saya juga jadi ikut terluka. Saya bahkan tidak bisa bersalaman dengan seseorang, tanpa perasaan tidak nyaman, karena tangan saya kasar, bersisik, penuh luka. Menjabat tangan dengan orang dengan kuat, adalah hal yang tidak pernah saya lakukan, saat penyakit eksima saya kambuh. Dan penyakit itu , dan kondisi kulit tangan itu, berlangsung selama bertahun-tahun. Selama masa smp, dan sma.

Saya tidak bisa memakai rok dan celana pendek seperti gadis-gadis lain. Yang saya rasakan dan pikirkan, saya orang yang mengalami cacat kulit. Dan orang lain akan sulit menerima dan mencintai orang yang cacat kulit seperti saya. Tangan saya sangat menjijikan.

Selain bentuknya , rasa gatal ketika penyakit itu kambuh, saya bisa melihat bulir2 cairan dr dalam kulit saya, naik ke permukaan kulit, dan bulir itu terasa panas dan gatal, hinga akhirnya bulir itu pecah, dan mengeluarkan cairan bening, dan kulit saya menjadi mengering. Ketika semakin parah, kulit kering itu menyebar, seluruh jari dan telapak tangan , kiri dan kanan dilapisi lapisan kulit kering, kemudian pecah menjadi luka.

Selain pengobatan lotion, ketika kondisi sangat parah, saya meminum obat, dan pernah juga disuntikan cairan untuk menyeimbangkan hormon saya, suntikan itu diberikan di daerah pantat. Penyebab asli dari eksim, tidak pernah benar-benar diketahui, katanya bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Yang jelas , stress bisa memperburuk keadaan. Jadi saat saya kurag sehat, dan frustrasi terhadap suatu masalah, eksima akan datang dan menambah masalah saya.

Seperti yang saya katakan saya sangat menyukai olahraga, saya suka berenang (walau tidak lancar) dan ketika saya mengalami eksima, saya tidak disarankan untuk berenang, krn kotoran dari air kolam bisa memperburuk kondisi kulit saya. Dan lagi, bagaimana mungkin saya percaya diri untuk memakai baju berenang, dengan kaki penuh koreng dan luka karena gatal.

Selain hobi berenang , saya mengikuti perkumpulan pencak silat, dan saya tidak bisa menjelaskan kepada pengajar, dan teman-teman seperguruan, saya tidak bisa melakukan beberapa gerakan, karena kulit tangan saya yang pecah-pecah, dan kaki saya juga luka-luka. Saya tidak dapat melakukan kegiatan dengan maksimal, pada saat eksima saya kambuh dan kondisinya terlalu parah.

Itulah kira-kira kisah saya, sebagai penderita eksima, berusaha melalui masa-masa smp dan sma saya. Ada satu teman sebangku saya, menanyakan tentang kondisi tangan saya, dan mengapa saya sll mengepalkan tangan. Dan bertanya bisakan saya meluruskan jari saya.  Ada beberapa orang yang dengan wajah ketakutan menanyakan apakah penyakit kulit saya menular, dan saya harus menjelaskan bahwa penyakit saya tidak bisa disembuhkan secara permanen, tapi tidak menular.Untungnya saya masih memiliki teman-teman baik dimasa smp dan sma, dengan kondisi saya yang seperti itu. Akhirnya saya masih berteman baik dengan mereka sampai dengan saat ini, mereka yang mau mengengam tangan saya, ketika tangan saya bentuknya sangat mengerikan, dan kasar, saya menemukan teman yang mau mengengam tangan saya yang penuh luka dan menjadi teman saya hingga saat ini. Kini kondisi saya membaik dengan sendirinya sekitar masa kuliah. Tangan saya tidak lagi berdarah-darah, lipatan tangan kanan, dan di lipatan kaki, eksima saya hilang sepenuhnya. Bagaimana bisa? Saya tidak tahu.

Eksima tidak pernah lagi kambuh ditempat2 selain telapak tangan. Telapak tangan kiri saya sudah sembuh sepenuhnya, hanya telapak tangan kanan yang tampak seperti tangan nenek tua, yang kering da keriput. Tapi satu hal yang saya tahu, walau indra peraba saya kadang tergangu, tapi saya menemukan orang-orang yang bisa menerima saya, dengan kondisi saya yang seperti itu.

Walau sampai sekarang setiap saya pergi keluar negri, di bagian check imigrasi, saya sering kali harus di check berulang-ulang, karena eksima membuat sidik jari saya susah dibaca dengan mesin. Membuat pasport menjadi perjuangan menyulitkan, untuk mendapatkan minimum 6 jari yg bisa di deteksi dengan alat, memakan waktu 30 menit lebih, berulang-ulang, harus dicoba, karena kerut-kerut dijari saya menggangu deteksi sidik jari saya.

Tapi saya bersyukur, entah bagaimana, kondisi saya sudah membaik sekarang. Dan saya bisa menjabat tangan orang yang saya temui, dengan erat. Karena luka-luka itu sudah tidak ada.

Beauty is SuperPower

MM Earlene