Pernyataan jujur tentang Bagaimana Rasanya menjadi model

Saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai model, apalagi baru-baru ini saya telah berhasil menembus catwalk untuk hairshow CosmoBeaute. Saya akan menceritakan dengan sejujur-jujurnya. dan selengkap-lengkapnya.

Saya awalnya berusaha membangun portfolio saya , dengan melakukan Trade for Photo, yang artinya saya tidak dibayar untuk melakukan pemotretan itu. tujuannya adalah untuk sama-sama melatih diri, meningkatkan jam terbang, mengasah skill, dan untuk mendapatkan foto sample yang bagus, untuk ditunjukkan kepada calon klient. Tanpa contoh foto yang bagus, saya rasa nyaris tidak mungkin kita bisa dipilih klient, karena kita perlu foto yang menampilkan sisi terbaik kita, karena disitulah daya jual model.Setelah berjam-jam, melakukan beragam TFP (trade for photo) dengan usaha yang maksimal, demi mendapatkan hasil foto terbaik.

Saya mencoba beberapa casting untuk mendapatkan peran di iklan. rasanya seperti apa?? seperti ngantri seharian untuk ke dokter gigi. ya benar seharian, bagi seseorang yang ingin menjadi talent iklan, dan tidak memiliki agensi atau channel. anda harus mengantri , teman saya mengantri sampai 3 lokasi setiap hari. Berdandan, menyiapkan kostum yang sesuai untuk peran di iklan tersebut, casting pertama pukul 10 pagi, mengantri sampai pukul 1 siang untuk take casting yang hanya sekitar 15-20 menit saja. kemudian berpindah ke tempat casting berikutnya. Sampai lokasi jam 2 an, mengantri sampai jam 4 atau 5, pindah ke lokasi berikutnya dan sebagainya. Hanya untuk tampil di iklan, dengan kemungkinan wajah tidak kelihatan, atau tampil sepersekian detik saja!

Jujur Casting itu super melelahkan dan menghancurkan mental saya, duduk diam menunggu memandangi makhluk-makhluk super indah , dan manusiawinya anda jadi membandingkan fisik anda dengan fisik semua orang yang melamar casting. dan seperti apakah orang-orang ditempat casting? mereka SUPER JUJUR, tanpa filter dan saringan.

Biasanya di info casting, ada keterangan tempat, waktu, wadrobe , karakter yang dibutuhkan (ibu-ibu usia berapa sampai berapa, atau gadis kuliahan, wanita karier, dan sebagainya) dan mereka juga memasukan GRADE kualitas wajah , untuk wajah A – A+ biasanya adalah yang wajahnya super cantik, atau bule. grade B adalah untuk wajah orang biasa. C adalah untuk yang wajahnya berkarakter, misal berambut kribo, nenek-nenek, om-om gendut, orang yang super kurus, dsb, intinya adalah orang dengan fitur fisik yang unik. karena tidak semua di iklan membutuhkan wajah yang cantik luar biasa. kebutuhan akan karakter yang unik kadang kala muncul. Bayangkan bagaimana anda harus menilai diri anda sendiri, dengan Grade atau tingkat kualitas… ? apakah saya cukup cantik? jika anda tidak cukup yakin dan aji mumpung dengan segala kesempatan, dan memutuskan untuk mencoba saja, ketika ada lowongan dengan Grade A+ dan wajah anda dianggap biasa saja. akan selalu ada Crew di lokasi casting, yang dengan sigap mengusir anda “mas, mas lihat sendirikan disini saingannya kayak apa, mas ga bakalan masuk, mendingan mas pulang aja.” Di depan wajah saya, di depan banyak orang yang mengantri, 2 orang pria yang dianggap berwajah pas-pas an, yang sudah berusaha tampil keren itu diusir pulang, tanpa ada rasa bersalah.

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Crew itu, karena mereka seharian, dari pagi hari, sampai malam mengcasting orang. kadang mereka merekam casting anda sambil makan siang, sangking terbatasnya waktu, dan banyaknya orang yang mengantri. membuang waktu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan di dunia entertainment. kadang mereka bahkan kesulitan mencari waktu untuk ke WC, apalagi berisitirahat.

Akhirnya saya menyerah dengan casting Iklan, dan juga Layar lebar. Saya merasa menghabiskan waktu berharga dalam hidup dengan mengantri terus berhari, sambil menanti kabar yang tidak pasti.

Selanjutnya saya pernah mencoba casting untuk Fashionshow besar, yaitu JFW, biasanya requirment untuk tinggi badan fashionshow besar adalah 174cm. tinggi saya 170cm …. sedikit lagi, tapi tidak sampai… Namun ada lowongan dari Abinery Ang, yang memberikan kesempatan kepada model yang tingginya tidak mencapai standart, namun memiliki passion yang besar untuk menjadi model.

Dengan hati berbunga-bunga, saya casting, saya memenuhi kriteria, dan size, hanya pada 1 bagian saya tidak lolos, yaitu pinggul saya terlaly besar, pinggul saya 96cm, sedang ukuran maximum yang diterima adalah 92cm. itu sudah menjadi standart nasional… dan bagaimanapun saya diet, saya tidak mungkin bisa membuat pinggul saya mengecil, karena pinggul saya dipengaruhi oleh struktur tulang, dan bukan lemak. setelah diet ketat, pinggul saya tidak mengecil. dan saya tereliminasi dari JFW.

Setelah sekian lama, saya tiba-tiba ditawarkan pekerjaan untuk menjadi model katalogue untuk 2 brand ternama, yaitu hammer dan juga coconut island 75. Saya telah bekerja untuk mereka selama lebih dari setahun, menuju tahun ke 2. pekerjaanya tidak terlalu berat, dan berkala. Cukup menyenangkan, karena klient saya benar-benar baik hati dan supportive.

Puncaknya tahun ini, saya akhirnya meluangkan waktu untuk casting hair model, pengalaman baru untuk saya. Saya Casting untuk hairshow Rudy Hadisuwarno Hair show di cosmobeaute 2015 di jcc, plenary hall.

Disela-sela antara waktu mengajar , saya menuju lokasi casting di Apartement Sudirman, yang untungnya hanya 30 menit dari lokasi saya mengajar, yaitu Binus Syahdan.

Casting nya super singkat, hanya perlu test jalan dengan musik, kemudian foto tampak depan dan samping, kemudian hair check. rambut saya super hitam, belum pernah diwarnai, dan super super super lebat.

Akhirnya saya mendapatkan info bahwa saya terpilih sebagai salah satu model, berikutnya dilanjutkan dengan fitting baju, dan keputusan siapa yang akan menjadi model untuk siswa yang mana. dengan undian, saya mendapatkan Siswa yang akan menjadi hairstylish saya. Satu-satunya hair stylish pria di angkatan itu.

Saya kemudian fitting dengan mengunakan gaun dari Olanye , dari eko Tjandra. Gaun itu seberat 14 kg !! bagian gaunnya seberat 7kg, dan bagian bahu, dengan kerah tangan yang super berat, mencapai 7kg. Gaun dengan model fit and flare, dengan embroidery. saya mencoba berjalan, dengan hak stileto 10cm, dan kain tile dari ekor gaun terus menerus menyangkut di hak saya. Setelah berdiskusi saya disarankan untuk memakai hak yang lebih tinggi, atau menggunakan sepatu jenis wedge, agar kain tile di dalam gaun tidak menyangkut di hak. akhirnya saya memutuskan untuk memakai sepatu Lita Shoe jeffy campbell, yang memiliki hak kayu yang tebal, dengan tinggi 16cm.

Setelah hari fitting, kami harus datang di hari ujian. Dimana saya rambut saya di Bleaching selama berjam-jam (karena rambut saya virgin, alias belum pernah diwarnai sebelumnya). rambut saya di Bleaching dan juga diwarnai dengan menggunakan product Shishedo. Karena rambut saya hitam, proses bleaching dan juga pewarnaan memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan yang lain. Seluruh proses dimulai pada pukul 8 pagi, sampai dengan sore hari. setelah bleaching, baru pengecatan dengan teknik ombre, kemudian dan kemudian langsung dilanjutkan dengan hair styling, makeup, kemudian memakai gaun, dan sesi pemotretan.

Pada hari Catwalk, kami harus standby dari jam 6 pagi, sampai dengan acara selesai sekitar jam 7 malam. kami mengadakan Gladi Resik, dari jam 6 sampai pukul 9 pagi, bagaimana blocking dan koreo untuk seluruh prosesi acara. Kemudian makan siang sambil langsung mempersiapkan rambut , dan juga makeup, sampai mendekati pukul 3 sore. non stop persiapan dari pukul 9-3 sore! setelah itu para model mulai berganti kostum, dan finishing akhir, para siswa mulai berbenah dan mempersiapkan diri untuk tampil juga.

Kemudian kami mulai jalan ke backstage, menunggu hingga saatnya untuk kami catwalk. Saya sama sekali belum mencoba berjalan dipanggung catwalk, dengan menggunakan Gaun saya, dan itu membuat saya menjadi sangat tegang. Saya khawatir akan terjatuh, atau berjalan terlalu pelan. Terlebih lagi saya mendengar kisah dari bahwa tahun lalu ada model yang terjatuh di Runway graduation ini… menambah ketegangan saya… terlebih lagi gaun saya yang paling berat, dan rumit dibandingkan yang lain. menjadikan tantangan untuk saya bisa berjalan dengan baik. Saya juga menutup sesi runway seri Up styling. sehingga saya harus mendapatkan blocking extra dan memberikan posse ekstra di akhir.

Tentu saya sangat bersyukur, dengan kesempatan itu, saya mendapatkan gaun terbaik, partner hairstylish yang sangat amat baik kepada saya, dan juga kesempatan untuk menutup sesi runway Up styling. semua menjadi kebetulan yang luar biasa untuk saya! dan partner saya mendapatkan penghargaan the best hair coloring !

Begitulah kira-kira sebagian kecil cerita dari pengalaman saya di dunia modeling. Saya pernah juga menggigil kedinginan untuk pemotretan di bathtub di ruangan ber AC. dsb dsb… modeling tidak semudah yang orang bayangkan… kadang ada tantangan tersendiri, ada persiapan dan proses panjang sebelum menghasilkan hasil yang dilihat dan dinikmati public. Seandainya anda tidak memiliki passion dalam pekerjaan ini, rasanya sulit untuk bisa berhasil. Karena jujur saya pekerjaan ini sangatlah kompetitif, banyak sekali wanita cantik, tinggi dengan bentuk tubuh yang luar biasa. Seandainya anda tidak memiliki disiplin, dan perilaku yang baik, anda mungkin tidak akan diberikan pekerjaan modeling oleh client anda lagi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *